Buku Sejarah Resmi, Benarkah Cermin Kebenaran?
Oleh: Lukmanul Hakim Pemerintah Indonesia baru-baru ini mengumumkan rencana penerbitan ulang buku Sejarah Nasional Indonesia (SNI) dalam 10 jilid, yang ditargetkan rampung pada akhir 2025. Proyek ini diklaim sebagai bagian dari pembaruan narasi kebangsaan yang lebih inklusif, kontekstual, dan merefleksikan nilai-nilai kekinian bangsa. Namun, pertanyaannya penting diajukan: benarkah buku sejarah resmi bisa menjadi cermin kebenaran? Ataukah, sebagaimana pernah terjadi di era Orde Baru, narasi sejarah hanya dijadikan alat legitimasi kekuasaan? Sejarah: Antara Fakta dan Tafsir Sejarah bukan sekadar kumpulan tanggal dan peristiwa. Ia adalah hasil konstruksi sosial dan intelektual— produk seleksi, interpretasi, dan kadang, represi . Edward W. Said (1978) dalam Orientalism mengingatkan bahwa sejarah kerap kali mencerminkan dominasi epistemik: siapa yang berkuasa, dialah yang menentukan narasi. Dalam konteks Indonesia, sejarah nasional yang disusun pada masa Orde Baru sangat sarat denga...