Maulid Nabi: Antara Prinsip dan Dampak — Telaah ala Dr. Rabiʽ Al-ʽAidi
Oleh: Lukmanul Hakim Dr. Rabiʽ Al-ʽAidi dari Yordania menekankan pentingnya membedakan antara asal-usul (prinsip) dan dampak (turunan) dalam memahami hukum perayaan Maulid Nabi. Prinsip pokoknya adalah kewajiban dan anjuran untuk mengagungkan Nabi Muhammad ﷺ, yang memiliki dasar kuat dalam al-Qur’an dan Sunnah. Allah berfirman: “Supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)-Nya, membesarkan-Nya, dan bertasbih kepada-Nya...” (QS. Al-Fath: 9). Dari prinsip inilah kemudian muncul berbagai dampak atau turunan, seperti pembacaan sirah Nabi, dzikir, shalawat, hingga perayaan Maulid. Menurut beliau, tidak perlu menuntut dalil khusus untuk setiap dampak, karena dalil sudah jelas pada prinsip utamanya. Selama bentuk turunan itu tidak bertentangan dengan syariat, maka ia tetap berada dalam koridor yang dibolehkan. Pandangan ini sejalan dengan banyak ulama yang menilai perayaan Maulid sebagai bid’ah hasanah . Imam Jalaluddin as-Suyuthi, misalnya, menulis risalah Husnul M...