Bukan Antisemit, Hanya Anti-Penjajahan: Mengapa Kritik terhadap Zionisme Sah
Oleh: Lukmanul Hakim Isu Palestina–Israel selalu menjadi salah satu topik paling sensitif di ruang publik internasional. Banyak aktivis, akademisi, bahkan tokoh agama yang mengkritik kebijakan Israel di Palestina kerap dicap sebagai “antisemit” — sebuah tuduhan yang tidak ringan, karena mengisyaratkan kebencian terhadap orang Yahudi secara keseluruhan. Padahal, kritik terhadap Zionisme dan kebijakan negara Israel sama sekali tidak identik dengan kebencian terhadap Yahudi sebagai identitas etnis atau agama[1]. Di sinilah letak masalahnya: narasi publik sering kali menyamakan tiga hal yang berbeda — Yahudi (sebagai identitas etnis dan agama), Israel (sebagai entitas negara modern), dan Zionisme (sebagai ideologi politik). Padahal ketiganya memiliki sejarah, ruang lingkup, dan makna yang berbeda[2]. Yahudi, Israel, dan Zionisme: Tiga Entitas yang Berbeda Secara historis, Yahudi adalah kelompok etno-religius yang tersebar di berbagai belahan dunia. Identitas mereka terbentuk dari aj...